Rabu, 01 Oktober 2014

Sebuah Karya Bilakah Dibagi ?


Setiap kita pasti pernah membuat sebuah karya, apapun itu bentuknya atau macamnya. Sebagai contoh kita sebagai blogger, kita berkarya lewat tulisan kita. Atau seperti saya yang semua pinginnya diborong, ya blogger ya crafter ya tukang masak dan sebagainya..*maruk jadi-jadian. Sering berexperimen dan kemudian menghasilkan sebuah karya.

Dan dari semua tadi kebanyakan mereka tidak ingin karyanya di contek / dicopy paste. Tapi. ada juga yang senang karyanya dibagi dengan orang lain, dan mungkin saya salah satu yang demikian. Saya menganggap apa yang telah saya hasilkan, silahkan saja dipergunakan selama itu baik dan berguna. Mungkin akan banyak yang tidak setuju dengan saya, tapi setiap orang boleh kan mempunyai dan memilih pendapatnya sendiri.

Karena saya menganggap setiap karya yang saya hasilkan adalah buah dari pikiran saya, yang kesemuanya adalah anugrah dari Sang Pencipta. Yang diberikan kepada saya sebagai ujian, apakah saya mau berbagi dengan hasil dari anugrah-Nya atau tidak. Dan saya memilih membaginya, karena kita ini bukan apa-apa dan tidak akan bisa membuat apa-apa, bila Allah tidak memberikan pengetahuan dan memberi kemudahan kita menghasilkan karya.

Dulu waktu SMK, saya mengambil jurusan Akuntansi, dan alhamdulillah saya termasuk murid terpandai dalam pelajaran ini,  rata-rata nilai ulangan saya selalu mendapat nilai 90 - 100. Dari sini banyak teman yang minta diajari, kemudian saya membentuk kelompok belajar kecil-kecilan, dan disambut baik oleh Guru saya. Kemudian beliaupun terkadang memberikan pelajaran tambahan untuk kelompok yang saya bentuk tadi ( gratis lho ). 

Akan tetapi mungkin itulah yang dinamakan anugrah, setiap pemikiran seseorang antara yang satu dengan yang lain itu berbeda, sehingga walaupun sudah saya ajari dan Gurupun ikut memberi tambahan pelajaran, tetap saja mereka kurang paham-paham juga. Hingga nilai merekapun bisa dibilang mengkhawatirkan. 

Oleh karena itu timbul rasa iba dalam hati saya, alhasil bila ulangan Akuntansi, saya sering menulis jawaban di kertas buram dan secara otomatis beredar ke seluruh kelas. Guru saya sebenarnya sudah tahu semua ini, tapi beliau hanya tersenyum-senyum saja. Karena walaupun mereka sudah menyontek dari saya, tetap saja masih banyak yang salah, ada yang salah memasukkan pos-posnya, ada yang menjumlahnya tidak benar dan lain-lain. 

Dari sinilah akhirnya apapun yang saya buat, saya yakin walaupun orang menyonteknya pasti ada celanya pasti ada perbedaannya. Karena jelas dong yang asli dengan yang meniru akan ada bedanya. Makanya saya tidak ragu dan tidak khawatir kalau karya saya, saya bagi atau dicontek orang lain.

Pernah suatu ketika saya membuat resep nugget yang resepnya telah saya tulis disini . Saat itu tanpa ada curiga seorang teman bertanya cara membuat dan resepnya apa saja, karena dia sudah mencoba membuat melihat dari buku / majalah tapi hasilnya kok tidak bisa bagus seperti buatan saya. Dengan senang hati saya membaginya. Dan anda tahu apa yang terjadi kemudian?, teman saya tadi mempraktekan resep saya dan menawarkan ke pelanggan-pelanggan saya.

Mereka ingin menolak tapi merasa tidak enak, karena sama-sama teman. Tapi sungguh diluar dugaan saya, para pelanggan saya mengatakan kepada saya bahwa mereka menyesal membeli dari teman saya itu karena rasanya tidak seenak buatan saya. Nah lho...

Ada lagi teman saya yang saya ajari membuat es jelly, yang resepnya juga saya tulis disini. Tapi mungkin itulah kalau orang jawa mengatakan "beda tangan beda roso". Jadi tetap saja orang-orang berbalik ke saya, karena buatan mereka masih kurang pas dilidah mereka. Padahal tak secuilpun bumbu atau cara yang saya tutupi, semua sama persis. Jadi juga tidak perlu khawatir rejeki kita diambil orang lain, karena rejeki sudah ditentukan, tidak akan tertukar seperti sandal jepit... betul tidak..?

Semua ini menguatkan saya untuk terus berbagi ilmu, berbagi pengetahuan, dan berbagi ide lewat tulisan resep-resep ataupun tutorial didalam blog ini ataupun dilingkungan sekitar. Saya hanya ingin ilmu saya bermanfaat untuk orang lain. Bukankah pahala ilmu yang bermanfaat itu juga besar bahkan tidak putus, selama ilmu itu terus dipergunakan dan beroleh manfaat ?

Tapi ada beberapa hal yang memang tidak boleh di contek seperti hal-hal yang sudah dipatenkan, dan sesuatu yang menjadi ciri khas suatu daerah atau bangsa. Tapi semua itu adalah hak setiap orang, mau ilmunya dibagi secara gratis, berbayar atau yang lainnya. Asalkan anda bahagia dengan pilihan anda saya kira tidak akan menjadi masalah.  Tapi yang terpenting bagi saya adalah bisa berbagi happy dan happy dalam berbagi. 


Barrakallahufikum...

20 komentar:

  1. Setuju Mak. Sepintar apapun dan seahli apapun orang yang mencontek, tetap saja yang dicontek lebih punya keunggulan. Beda tangan, yo beda roso :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tooossss mak...jd kita hidup kita akan lebih bahagia juga kan...tdk perlu kwatir, rejeki sudah dibagi tidak akan tertukar i sandal jepit.... hihi

      Hapus
  2. Ilmu itu baik dibagikan kepada orang lain. Toh.. Dgn berbagi ilmu kan bukan berarti ilmu kita berkurang. Bahkan nambah

    BalasHapus
  3. Wah beneerr banget mbak Irowati berbagi itu gak bikin rugi saya yakin itu...semoga Allah membuka celah-celah jalan agar syaa dpaat mudah berbagi ilmu aamiin mkish bnyk mbak Irowatu selalu teduh dah postingannya mantap abiss

    BalasHapus
  4. Aduuhh maaf ya mbak sudah disya di jogja ajdi buru" typo deh maaf" y mbak ketiknya tapi pesan tersampaikan selamat alhamdulillah mksih mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin nallahumma aamiin...sama-sama mas Angki, postingan mas Angki jg bagus bkin senyum selalu mengembang & jd tahu tempat2 wisata yg indah2....
      Gpp mas... hehe

      Hapus
    2. alhamdulillah mksih mbak Irowati smga makin manfaat angkisland.com nya hehe ^-^

      Hapus
  5. saya kasih jempol 10 dengan pendapat mbak iro .... hehe

    oya ,,,pantas kreatif dn penuh dengan ide brilian, memang semenjak di bangku sekolah pun sudah terlihat ,,,, :D

    Salut buat mbak iro ... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih jempolnya mas Fiu... salut jg sm mas Fiu yg jg sering bagi2 ilmu dlm postingannya... ^_^

      Hapus
  6. yapz,,,setuju,,seperti mak iro yg rajin berbagi ilmu crafternya,,,jadi para pembaca bisa tau dan meniru,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak Dwi..jd semangat bkin tutorial lg nih...hehe

      Hapus
  7. sangat setuju ..
    info yang baik :)
    terimakasih mbak salam kenal ya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih
      Salam kenal jg mbakk...

      Hapus
  8. setuju bingitssss :-) berbagi itu indah ya makkkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tossss makkk,,
      Indahnya pkai bingitssss ya..hehs

      Hapus
  9. yang asli sama yang nggak tetep kelihatan bedanya hehe..

    tetap semangat berkarya Mbak :)

    BalasHapus
  10. Kalau soal resep kadang ada beda pendapat sih Mbak. Kalau resep dagangan, ada grup masak yang tidak mewajibkan u share 'resep rahasia'nya karena u menemukan resep tersebut pasti butuh berkali2 percobaan. Ada juga yang merasa ga masalah u share resep dagangannya, karena memang dari resep yang sama klo beda tangan bisa beda hasilnya. Ada juga kejadian2 minta resep, bikin & menawarkan ke pelanggan2 si pemilik resep tersebut, kalau yang ini menurutku tidak etis he he, tapi ya rasa memang ga pernah bohong he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... betul betul betul mbak Heni...

      Hapus