Minggu, 04 Mei 2014

Don't Worry Be Happy, TB bisa disembuhkan!

Karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang TB atau Tuberculosis ini, menyebabkan sebagian dari mereka menganggap penyakit ini penyakit yang mengerikan dan susah disembuhkan. Terkadang karena ketidak tahuan tentang penyakit ini pula mereka menganggap ini adalah penyakit keturunan dan di beberapa daerah terpencil menganggap ini adalah ulah dukun yang mengirim teluh atau santet. 

Dan mereka berusaha menyembuhkannya dengan pergi ke Dukun atau Paranormal. Malah lebih parah lagi ada sebagian orang menganggap penyakit ini memalukan, sehingga mereka menyembunyikan dari orang lain. 

Seyogyanya mulai sekarang Pemerintah bekerja sama dengan Petugas-petugas Kesehatan ( Dokter, Mantri, Bidan, dan lain-lain ) memberikan penyuluhan kepada masyarakat awam terutama didaerah-daerah terpencil tentang penyakit ini, pencegahannya dan pengobatannya. Dan meyakinkan mereka bahwa ini bukanlah penyakit karena sihir atau teluh serta bisa disembuhkan.

Karena dari yang saya tahu, jarang sekali melihat Petugas memberikan penyuluhan tentang Tb ini. Penyuluhan bisa melalui Posyandu, karena ini yang paling efektif menurut saya, terlebih Posyandu diadakan setiap bulan disetiap RT atau kelurahan, seyogyanya setiap diadakan acara ini di kirim petugas kesehatan yang bisa menjelaskan secara detil tentang Tb. 

Jadi tidak hanya datang, nimbang bayi, diberi kacang hijau / susu / snack terus pulang. Saya lihat hanya saat ada musibah DBD atau saat Imunisasi saja saya lihat petugas memberi penyuluhan. Hendaknya mereka juga menjelaskan tentang penyakit Tb ataupun penyakit lainnya yang sepertinya masih menjadi momok bagi masyarakat luas.

Memang tampak sulit untuk memberi pemahaman kepada penduduk Indonesia yang majemuk, dari Aceh sampai Papua, karena memang negara kita adalah negara kepulauan yang menyebar dari Sabang sampai Merauke. tetapi saya yakin bila Pemerintah pusat, Pemerintah daerah dan para Petugas kesehatan serta masyarakat yang lebih dulu paham tentan hal ini, bersatu padu untuk mensosialisasikan hal ini tentulah bukan menjadi hal yang mustahil lagi untuk negara kita bebas dari Tb. Bukankah berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing?.

Sebagai contoh saya, saya dulu memang awam sekali dengan TB, hingga saya  terinfeksi Tb, dengan usaha sendiri saya dan semangat untuk sembuh, bertanya kesana kemari tentang hal ini dan dengan melakukan pengobatan secara teratur selama hampir 7 bulan, saya dinyatakan sembuh. Padahal waktu itu saya berobat dengan biaya saya sendiri, dan sekarang banyak pengobatan-pengobatan Tb secara Gratis di layanan kesehatan masyarakat setempat, jadi mengapa harus ragu untuk berobat dan sembuh dari Tb?

Pada saat itu suami saya pernah melarang saya bercerita kepada orang lain bahwa saya mengidap Tb, karena masih  banyak orang yang belum paham dan suami takut orang-orang akan menjauhi saya. Tetapi saya berpendapat lain, tidak mengapa orang tahu dengan kondisi saya, sehingga mereka bisa lebih berhati-hati bila berinteraksi dengan saya. 

Dirumah, piring, gelas dan sendok untuk saya, saya sendirikan, di kantorpun demikian semua peralatan makan minum, saya beri nama saya. Dan saya berpesan kepada teman-teman bahwa jangan memakai peralatan saya, ternyata mereka lebih perhatian setelah saya beritahu, mereka sering mengingatkan saya untuk minum obat untuk makan yang banyak dan lain-lain. Bahkan Atasan saya selalu menyuruh tukang masaknya membuat makanan yang bergizi untuk saya. Saya tidak tahu apakah dari peralatan makan ini bisa menularkan penyakit ini, tapi saya hanya ambil tindakan preventif saja. Semua peralatan makan dan minumpun setelah saya cuci saya bilas dengan air panas.

Kadang saya berpikir seandainya saya waktu itu tahu bahwa Tb begitu menular, tentu saya akan sangat berhati-hati ketika berinteraksi dengan kerabat saya yang keduanya ( pasangan suami istri ) terinfeksi Tb, dimana saya sering menginap dirumahnya layaknya seperti anak kandung mereka, maklum mereka tidak mempunyai keturunan. Hingga saya menyadarinya setelah saya muntah darah seperti kisah saya sebelumnya disini.

Jadi yuks, mulai sekarang bila anda :

Penderita Tb, SEGERA-lah berobat ke Dokter atau Layanan kesehatan terdekat, karena Tb bisa diSEMBUHKAN  Gratis pula, asalkan :
  • Meminum obat secara teratur tanpa jeda antara 6-8 bulan, sampai anda dinyatakan SEMBUH.
  • Menuruti semua anjuran dan larangan Dokter
  • Makan makanan yang bergizi.
  • Menjaga kebersihan, seperti selalu mencuci tangan setelah bepergian dan hendak makan.
  • Olah raga pagi karena udara pagi sangat baik untuk paru-paru
  • Beri Ventilasi yang cukup dirumah anda agar udara bisa berganti dan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah, sehingga rumah tidak lembab dan dingin.
  • Selalu mencoba berhati-hati agar orang lain tidak terinfeksi karena anda, seperti memakai masker, memisahkan tempat makan dan minum dan lain-lain.
  • Selalu besikap optimis dalam berobat, karena memang pengobatan ini membutuhkan waktu lama, jadi harus semangat dan menyakinkan diri ingin sembuh, untuk anda dan juga untuk orang disekitar anda yang anda sayangi
  • Terakhir dan tak kalah mujarab adalah berdoa, karena sesungguhnya sakit adalah dari Allah untuk menguji kita dan tentunya sumber obatnya juga dari-NYA. Jadi mintalah kesembuhan dari-Nya.
Saudara, teman, istri, suami, anak atau tetangga anda yang sakit, hendaknya :
  • Bujuklah dan yakinkan kepada mereka bahwa Tb bisa disembuhkan dan bukan penyakit kutukan, turuan, kiriman teluh atau santet. , bila perlu carilah artikel atau apalah tentang Tb ini, agar mereka paham bagaimana pentingnya untuk sembuh dari Tb.
  • Berilah selalu mereka semangat untuk sembuh, berilah dorongan agar tidak berputus asa dalam berobat.
  • Jadilah PMO (Pengawas Minum Obat ) untuk mereka. Katakan bahayanya bila tidak minum obat secara teratur akan mengakibatkan pengobatan lebih mahal bahkan bisa-bisa kemungkinan untuk sembuh menjadi sulit.
  • Berikan perhatian lebih kepada mereka, jangan menjauhinya, karena mereka akan merasa sedih dan terkucil, menyebabkan semangat mereka untuk sembuh menjadi menciut. 
  • Katakan kepada mereka bagaimana bahayanya penyakit ini, jadi minta mereka untuk selalu memakai masker, dengan kata-kata yang sejuk pastinya, bahwa mencegah lebih baik dari mengobati, bukankah sangat disayangkan apabila karena keegoisan mereka untuk tidak mau memakai masker, menyebabkan orang lain menjadi menderita, bahkan mungkin saja menginfeksi orang-orang yang mereka sayangi.
Usulan untuk pemerintah :
  • Agar lebih aktif lagi dalam sosialisasi tentang penyakit ini, terutama didaerah-daerah pelosok semi dan sangat terpencil, bisa melalui Posyandu atau penyuluhan kesehatan masyarakat oleh petugas kesehatan setempat secara kontinue dan berkala.
  • Mensosialisasikan bahwa pengobatan Tb gratis, di tiap-tiap sesi penyuluhan, agar masyarakat mau segera berobat, karena bila ditilik lebih lanjut, masyarakat tidak segera pergi berobat adalah masalah biaya. Jadi kalau mereka tahu pengobatan penyakit ini gratis maka mereka pasti akan berduyun-duyun pergi berobat.
  • Memberikan pengertian kepada masyarakat luas tentang pentingnya berobat secara teratur sampai sembuh, bahayanya bila tidak minum obat secara teratur dan lain sebagainya.
  • Menganjurkan untuk imunisasi BCG ( walaupun keefektifannya masih banyak yang meragukan )
  • Menyakinkan masyarakat bahwa Tb bisa sembuh, bila perlu beri testimonial dari seseorang yang sudah pernah terinfeksi dan sudah dinyatakan sembuh dari Tb.
gambar dari sini

Jadi  Don't Worry Be Happy  Tb bisa disembuhkan !!!, asalkan patuhi semua yang saya sebutkan diatas. Ingat Kesehatan lebih mahal dari apapun, Jadi segera berobat, jangan ditunda!.  dan Semangat !!!!.


18 komentar:

  1. Pengalamannya sangat mencerahkan ya mak. Makanya kadang kita ga boleh suudzon dulu, menyangka orang akan menjauhi dan mengucilkan. Padahal setelah jujur dengan kodnisi emak, rekan, kerabat, bahkan atasan begitu perhatian dan memberikan support.

    Tetap semangat ya mak.

    Salam hangat,
    Zia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak betul sekali....terkdg mlh klo kt sembunyi2 malah org menaruh curiga...jd lbh enak terus terang, enak dihati kita jg nyaman utk org lain...terimakasih mak...salam hangat jg

      Hapus
  2. Oke mbak, woro-woro diterima... :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah TB bisa disembuhkan ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Dwi...alhamdulillah...

      Hapus
  4. aiiih .. woro-woronya asiiik, bikin semua semangat untuk turut menyukseskan sembuhkan TB.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak...biar semua semangat !!!.....terimakasih mbak Ani

      Hapus
  5. karena setiap penyakit yang diturunkan ke bumi pasti ada obatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali....terimakasih

      Hapus
  6. Sukses lombanya Maak....postingan seperti ini sangat bermanfaat banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih maakkkk....ikutan juga yuk mak lies...

      Hapus
  7. penderita TB memang harus disupport agar mereka yakin bahwa TB bisa disembuhkan..dan pemerintah juga sudah menyiapkan obat TB gratis....
    selamat berlomba...semoga menjadi yg terbaik
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Om...terimakasih....salam hangat pula dari Sidoarjo...

      Hapus
  8. Insya Allah bisa sembuh kalo telaten ya Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Niar betul banget...semua kalau istiqomah hasilnya akan mengembirakan...terimakasih makkk..

      Hapus
  9. Ayooo bersiap utk ikut tahap yang keempat Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Reni...hehe...tp sdh seminggu ni sy g nulis sm sekali...gmn ni kok semangatnya rodo mlempem...hiks....

      Hapus