Senin, 02 Maret 2015

Antara Istiqfar dan Terkabulnya Doa


Walaupun badan masih limbung, saya ingin menulis ini sebelum hilang dari ingatan. Beberapa waktu lalu saya mengunjungi seorang tetangga jauh yang sedang sakit kanker servik stadium 3. Disitu terlihat beliau tampak mulai bersemangat dari hari-hari sebelumnya. Walaupun pada akhirnya beberapa hari yang lalu Allah memanggilnya, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal perbuatan baiknya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Hari-hari pertama dia mengatakan tidak bisa menerima semua itu, beliau selalu bertanya kenapa saya dan kenapa harus saya, apa dosa dan salahnya sehingga Allah memberinya penyakit itu. Berlalunya hari, sedikit demi sedikit beliau bisa menerima apa yang menimpanya, satu persatu teman menasehatinya untuk dia tetap kuat dan mengingat Allah. Dia hanya mengiyakan saja, mungkin karena beliau juga kurang paham agama sehingga ketika ingin mengerjakan sholatpun dengan posisi tidur dia tidak tahu caranya.

Alhamdulillah ada teman dekat saya yang lain yang kebetulan bertetangga dengan beliau. Di bimbingnya Ibu itu dengan sabar sehingga bisa mengerti bagaimana bertayamum dan sholat. Saat saya dan teman saya mengunjunginya beliau terlihat sudah mulai bisa berjalan dan ke kamar mandi sendiri, walaupun masih terengah-engah. 

Teman saya yang kebetulan kami menyebutnya ustadzah ( walaupun beliau tidak mau disebut begitu ), memberi sedikit nasehat kepada ibu ini. Agar supaya ibu ini lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, banyak-banyak beristiqfar dan berdoa. karena semua ini sudah takdir untuknya. 

Tidak boleh seseorang itu bertanya kenapa begini dan begitu kepada Allah saat dia dicoba/ diuji, karena jelas manusia itu tempatnya diuji dan manusia juga tempatnya dosa. Bisa saja cobaan itu untuk menguatkan iman kita, atau untuk membersihkan dosa kita. Untuk itu seyogyanya memperbanyak istiqfar.

Kenapa istiqfar ?, karena dengan banyak-banyak beristiqfar insyaallah dosa-dosa kita berguguran dan dengan begitu hati dan jiwa kita menjadi bersih. Dan dari jiwa dan hati bersih inilah doa-doa akan menjadi mustajab / makbul. 

Rosulullah Shalallahu 'Alaihi wa sallam, walaupun beliau adalah salah satu manusia yang dijamin surga, tapi beliau selalu beristiqfar setiap hari tak pernah kurang dari 100x. Oleh sebab itu istiqfar sangatlah penting dalam hal agar doa-doa kita dikabulkan.

Begitu juga telah banyak contoh bahwa seperti para salaful sholeh dan ulama terdahulu, doa-doa mereka sangat mustajab. karena jiwa-jiwa mereka bersih. Dan dari mulut mereka selalu terucap istiqfar. 

Pernah saya membaca sebuah artikel, diceritakan bahwa ada seorang wanita yang cantik dan pandai. Dari keluarga yang baik dan taat beragama, akan tetapi dirinya tak mencerminkan hal itu sama sekali, dia tidak menutup auratnya dengan sempurna, senang berkhalwat/ berkumpul dengan laki-laki teman kerjanya yang note bene bukan mahromnya. Dan banyak hal jelek lainnya.

Hingga suatu hari dia hendak pergi keluar kota untuk urusan kantor, dan diantar oleh supir perusahaan. Di mobil dirinya mengatakan kepada sang supir untuk membangunkan dirinya bila sudah sampai di tempat tujuan. Akan tetapi ketika dia telah terlelap, sang supir mengarahkan mobilnya disebuah padang pasir yang letakkan jauh dari pemukiman. Karena sesungguhnya sang sopir ini sangat menginginkan wanita ini, nafsu dan hasratnya sudah tidak tertahankan lagi. 

Ketika mobil berhenti wanita ini terbangun dan terkejut ketika menyadari dimana dia berada, dia bertanya kepada sang supir kenapa berada di tempat seperti ini. Sang supir dengan tertawa mengatakan bahwa dia menginginkan tubuh wanita ini. Dia mencintanya dan ingin memilikinya. Sang wanita meronta dan berteriak, tapi apa daya disitu tidak ada siapa-siapa. 

Kemudian terbayang dimatanya dosa-dosanya, dimana dia tidak pernah mematuhi perintah Allah dan kedua orang tuannya, lalu dia menangis dan memohon kepada sang supir untuk memberinya kesempatan melakukan sholat untuk pertama dan terakhir kalinya. Setelah itu dia akan menyerahkan dirinya seutuhnya. 

Akhirnya sang supir memberinya waktu untuk sholat, dalam sholatnya sang wanita hanya bisa menangis memohon ampun dan beristiqfar kepada Allah. Dia benar-benar memohon agar Allah mengampuni dosa-dosanya itu saja. Setelah selesai sholat, dilihatnya dari jauh sebuah mobil menuju arahnya dan mendekatinya.

Setelah dekat terlihat kedua sepupunya yang berasal dari kota lain didalam mobil itu. Yang kemudian turun dan menemuinya dan menyelamatkannya dari sang supir yang hendak menodainya. Hatinya sangat bahagia, tak henti-hentinya dia bersyukur. Kedua sepupunya mengantarnya sampai kantor tempat yang hendak ditujunya. Dan menasehatinya untuk berhati-hati.

Semenjak itu dia merubah sifatnya dan menutup auratnya dengan baik, taat kepada Allah dan orang tuanya. Hingga suatu hari dia ingat akan kedua sepupunya yang telah menolongnya dan meneleponya, untuk mengucap terimakasih atas pertolongannya waktu itu.

Akan tetapi sungguh diluar dugaan bahwa ternyata kedua sepupunya bersikeras bahwa mereka berdua tidak pernah menolongnya bahkan pergi ke tempat yang disebutkan wanita ini. Masyaallah.. dalam hatinya berarti itu adalah malaikat-malaikat  yang benar-benar dikirimkan Allah untuknya. Hatinya semakin bergetar dan berjanji akan semakin memperbaiki diri. 

Pun ketika saya pernah melihat di TV, dirinya di vonis kanker stadium akhir dan usianya tidak akan lama lagi. Didalam hari-harinya dia semakin mendekatkan diri kepada Allah, tiap malamnya diisi dengan sholat malam dan selalu memohon ampunan kepada-Nya. Sungguh diluar dugaan setelah beberapa bulan dimana usianya akan berakhir seperti vonis dokter, kondisinya menjadi sehat wal afiat, bahkan dokter yang memeriksanya sampai terheran-heran, karena tidak ditemukan sama sekali sel kanker dalam tubuhnya... Masyaallah...

Atau ketika saya mendengar dari seorang teman, dimana dia mempunyai teman yang bertahun-tahun menginginkan momongan akan tetapi tak kunjung datang momongan yang dinanti. Hingga seorang ustadz menyarankannya untuk memperbanyak istiqfar dan bersedekah, memohon ampun atas semua dosa-dosaanya. Sungguh beberapa bulan kemudian dirinya hamil dan tahun-tahun berikutnya hingga dia dikaruniai beberapa anak. Masyaallah...

Bagitulah sedikit cerita yang ingin saya bagi, sebenarnya banyak yang ingin saya tulis, tapi sepertinya mata saya mulai kabur dan badan mulai limbung minta istirahar lagi, Jadi intinya bila Allah memberi ujian atau cobaan hendaknya kita berkhusnuson atau berprasangka baik, kemudian bertaubat dan memperbaiki diri. karena kita tidak tahu rencana Allah dibalik semua itu. Akan tetapi yang patut ditekankan adalah bahwa Allah selalu menyayangi hamba-Nya dengan cara-Nya pula tentunya. Allah ingin menjadikan hambanya menjadi mahluk yang lebih mulia dan mengangkat derajatnya saat ujian-ujian itu menerpa. 


Semoga bermanfaat...

Barrakallahufikum



37 komentar:

  1. Sebutan Ustadz atau Ustadzah sepanjang yang saya tau adalah "gelar" dari Msyarakat yang menyematkan kepada mereka yang dianggap menguasai Hukum atau syariat Islam. Mohon maaf kalau saya salah, Mohon saya dikoreksi. Mereka tidak meminta disebut demikian, namun masyarakat lah yang memberi nya "gelar"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ustadz / Ustadzah sebenarnya dalam bahasa arab berarti guru, jadi setiap orang yang menjadi guru biasa dipanggil ustadz/ ustadzah... jd sebenarnya sebutan itu bukanlah gelar, tp sebuah sebutan profesi. tp pada umumnya dimasyarakat kita sebutan itu sepertinya menjadi sebuah gelar ya pak Asep.
      Kami menyebut teman kami dg ustadzah kr beliau yg sering mengajari kami mengaji & bahasa arab. Jadi penggunaan sebutan / gelar sptnya tergantung kebiasaan / keadaan masyarakat sekitar sepertinya ya pak Asep... terimakasih atas opininya...

      Hapus
  2. Allah memberikan segala sesuatu kepada manusia adalah untuk memuliakan manusia itu sendiri, untuk meningkatkan derajat manusia, untuk menghapus dosa-dosa manusia. Tidak ada sedikitpun Allah memberikan keburukan kepada manusia, kecuali manusia memperburuk dirinya sendiri.

    BalasHapus
  3. Subhanallah ... Allah selalu mendengar dan memberi apa yang kita butuhkan, kitalah yang sering alpa.
    Selamat sore, mak Irowati
    Semoga lekas sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ani, betul sekali... Aamiin..
      Terimakasih

      Hapus
  4. bermanfaat sekali mak...
    terima kasih sudah berbagi dan mengingatkan :)

    BalasHapus
  5. Masya Allah... terimakasih atas nesehatnya melalui tulisan ini mak :')
    Istigfar saya masih minim sekali :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mak... sy juga masih harus memperbaiki diri...

      Hapus
  6. kisah yang menakjubkan..makasi mak sharingnya :)

    BalasHapus
  7. makasih sudah mengingatkan mak...

    BalasHapus
  8. Ngena bgt mak..tq sharingnya

    BalasHapus
  9. Subhanallah....Amiin, terima kasih sharingnya bu :)

    BalasHapus
  10. Kalau ALLAH berkehendak, semua memungkinkan ya Mbak. Kadang saya malu sama ALLAH mbak, nikmat mana lagi yang saya ingkari. Memiliki suami yang ringan tangan membantu pekerjaan rumah tangga, 2 jagoan yang sehat dan dekat dengan ibunya, penghasilan meski tak besar namun alhamdulillah setiap hari kami bisa makan. Saya sering lupa dengan-NYA. Astaghfirullah.

    BalasHapus
  11. Daku perna ngalamin. Ini makkk, alhamdulillah, dg perbanyak istighfar akhirnya keinginan daku utk hamil lg setelah dikuret terkabul jg, dlm jangka waktu yg relatif singkat, lebih cepat 2 bln dr perkiraan dokter...subhanalloh, insyaAllah skrg masih berusaha trs agar bs istiqomah beriatighfar...
    Tfs ya mak iro..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaallah... alhamdulillah mak...
      Sama-sama...

      Hapus
  12. Assalamu Alaikum Ummu semoga selalu istiqamah amin Ya Rabbal Alamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam warahmatullah... aamiin allahumma aamiin

      Hapus
  13. terimakasih sudah di ingatkan. Makasih ya ustadzah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama... maaf saya bukan ustadzah mas... masih kurang ilmu dan masih harus banyak belajar...
      Terimakasih atas kunjungannya.

      Hapus
  14. artikelnya sangat bermanfaat dan sangat membantu dalam menambah pengetahuan saya.
    terimakasih banyak gan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama. eh ko saya yang jawab ya. :D

      Hapus
  15. informasi nya keren dan juga sangat bermanfaat untuk membantu menambah wawasan.

    BalasHapus
  16. informasinya sangat menarik, saya tunggu artikel" selanjutnya yang lebih menarik ya gan.
    thanks gan.

    BalasHapus
  17. keren artikelnya sangat menarik dan juga bermanfaat,
    thanks ya gan.

    BalasHapus
  18. sangat bermanfaat gan,, ane tunggu ya artikel" selanjutnya.

    BalasHapus
  19. berdoa'alah kepada Allah, karena allah akan mengabulkan setiap do'a kita

    BalasHapus