Minggu, 24 November 2013

Salahkah Bersekolah di Pondok Pesantren ?

"Sekolah kok jauh-jauh, dipondok lagi...apa gak ada sekolah lain?. Begitu seringnya setiap orang yang bertemu dengan kami dan menanyakan, "Anaknya sekolah dimana ?"

Begitu kami menjawab di Pondok Pesantren..di Yogya, hampir semua orang yang bertanya sering berkata : 
"Teganya...anak kok dibuang jauh"...atau "gak ada yang dekat ?"...atau
"Kenapa di Pondok ?..kan eman (sayang )...kenapa gak di SMUN saja...kan nilainya bagus..?"
atau
"Kok tega sih..aku saja kasian lihatnya..." atau
"Anak cuma satu kok di sekolahkan di Pondok..." atau
"Anak cuma satu apa tidak sayang, nanti gimana kalau mau kuliah..? atau
"Sekolah di Pondok...memangnya mau jadi ustadzah, apa gak ada pilihan lain ?....
Atau ada yang mengatakan kami aneh dan berbagai macam pertanyaan dan pernyataan - pernyataan yang menyudutkan...dan bahkan menyakitkan.

Pondok Putra Islamic Center Bin Baz /ICBB1 ( gmbar dr sini )

Sekali dua kali rasanya biasa tapi berkali-kali membuat hati menjadi panas juga...Masyaallah..
Tetapi kami berusaha bersabar dan memberi penjelasan..entah mereka menerima atau tidak, akupun tidak perduli....( what ever...)



Pondok Pesantren Anakku
Pondok Putri Islamic Center Bin Baz/ICBB2 (gambar dr sini )
Bagiku dan suami, anak adalah titipan yang terindah yang diberikan Allah kepada kami, bila kami tidak bisa mendidiknya dengan baik, tentulah perasaan bersalah akan aku dan suami sandang sampai akhir hidup kami...bahkan sampai kelak diakherat kami akan dimintai pertanggungjawabannya..

Sedari kecil kami berusaha mendidiknya dengan cara - cara islam yang kami ketahui, kamipun juga terus belajar, memperbaiki yang salah, dan terus berusaha melaksanakan dengan istiqomah apa yang benar. (Salahkah..?)

Kami menyekolahkan di pesantren pun tidak dengan tergesa-gesa dan asal-asalan, kami melakukan survei dengan bertanya sana - sini, yang sesuai dengan akidah kami, yang dimana anak kamipun nyaman sekolah disitu dan dimana setelah mondok dia bisa mengantongi dua Ijazah sekaligus, Ijazah pondok dan Ijazah sekolah Umum, sekali berenang dua pulau terlampui...dan kami butuh 3 tahun untuk memikirkannya...( apa masih salah juga ? )

Pilihan kami memang harus mengaruskan kami berpisah jarak, kami di Sidoarjo dan anak kami sekolah di Yogya.....bukan jarak yang dekat memang...tapi semua sudah menjadi keputusan kami, kami akan melaluinya dengan sabar dan senang hati.

Anak kami hanya satu, dan hanya dia harapan kami untuk bisa mendoakan kami bila kami telah meninggalkan dunia ini...bukankah telah dijelaskan dalam sebuah Hadist bahwa :

"Jika seorang meninggal, terputuslah semua amalnya kecuali tiga : Amal jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo'akannya " ( HR. Muslim )

Kami berpikir bila anak kami sekolah di pesantren tentu ilmu diin ( agama ) yang diperoleh lebih banyak daripada sekolah umum..( bukan hendak mendiskreditkan sekolah umum, semua adalah pilihan )..

Di Pesantren anak kami bisa lebih banyak hafalan - hafalan Al-Qur'an, Al- Hadist dan ilmu-ilmu yang lain.
Begitu bahagianya kami, setiap kami mengunjunginya, dia mengatakan sudah hafal surat ini dan ini, atau hadist ini dan ini.....

Salahkah kami bila kami menginginkan jalan surga untuk anak kami, dan untuk kami pula...
Diterangkan dalam sebuah Hadist :

"Barang siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah ( kemuliaan ) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, " Mengapa kami dipakaikan jubah ini " Dijawab " Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an" ( HR-AL-Hakim )

Dan kami pun ingin melaksanakan perintah Allah seperti dalam Firman-NYA :

" Hai orang - orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka " (QS.At-Tahrim :66)

Menurut kami, ditengah jaman yang pergaulan muda-mudi yang membuat kita khawatir setiap hari, kami ingin anak kami mempunyai bekal dengan ilmu-ilmu agama yang bisa dijadikan pedoman dalam hidupnya., yang tentu semuanya untuk kebahagiaan anak kami kelak kemudian hari didunia dan di akhirat.....

Alhamdulillah dari beberapa yang menyudutkan kami, masih ada teman-teman yang menyambut gembira keputusan kami dan mendoakan agar semua dipermudah oleh Allah.

Dan ada yang ingin menyekolahkan anaknya dipesantren tapi belum bisa, mereka minta kami mendoakan mereka agar mereka bisa menyusul menyekolahkan anak mereka di pesantren....tentunya ini sangat membahagiakan kami.

Tetapi semua memang terserah pilihan kita, kami pun menghargai para orang tua yang tidak ingin menyekolahkan anaknya di pesantren, karena memang tidak mudah dan berat berpisah dari anak, dan memang semua harus dipikirkan masak-masak sebelum diputuskan.
Tapi setidaknya janganlah mendiskreditkan atau menganggap remeh sekolah di Pesantren...
Wallahu'alam..

Semoga bermanfaat...

Barrakallahufikum...






40 komentar:

  1. semangat mak.. memang kadang orang2 cuma bisa men-judge, trus komen ini-itu.. mungkin mereka lupa atau gak sadar bahwa yang dikomen-in punya pertimbangan tersendiri dalam mengambil langkah. sukses buat ananda di pesantren ya mak.. :)

    BalasHapus
  2. nggak ada yg slah mak,saya dari TK dah mondok sampe SMA hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak? hebat banget...jd semangat ni...( kr mmg kluarga bsr g da yg mondok, jdx kt dianggap aneh gt...alhamdulillah nenek kakekx mendukung bgt )...Makasih ya mak..

      Hapus
  3. Tok tok tok... Assalamualaikum mak.

    Sabar mak, kalau dengerin omongan orang memang g ada akhirnya mak. Saya juga mak In Shaa Allah nanti kalau Jagoan dah besar mau disekolahkan ke pesantren. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam....iya mak...mudah2an kita diberi kemudahan dalam menjalankan syariat dlm membimbing anak2 kita dalam Jalan yg diridhoi-NYA...ya mak...Makasih ya mak...

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum ...
    permisi, saya Ani hehe ... trmaskh lho sudah mampir di rumahku, dan sekarang saya sindang disini.
    Setiap orangtua pasti punya pilihan sendiri untuk menyekolahkan anaknya, dan tentu saja gak salah menyekolahkan anak di pesantren. Anak sulung saya juga di pesantren, meski gak berbeda kota. Bukankah kita sbg ortu menginginkan hal terbaik bagi mereka?
    Insya Allah, pilihan kita tak keliru, untuk membekali anak kita dan menjadikan mereka sebaik-baik manusia, yakni yg bermanfaat buat sesama. aaamiiiin ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam...Aamiiinn mak..trimakasih ya sudah mampir jg..

      Hapus
  5. biarin aja orang mau ngomong apa mak, seperti pepatah "kucing mengeong biarin aja" emang ada ya pepatah itu ?:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak...gpplah bkin pepatah sdri...hehe...

      Hapus
  6. kalau di pesantren ntar juga pinter bahasa arab :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu mak...kalau sdh umur gni bljr bhs arab, sulittt banget nyantolnya...mudah2an nanti anak sy jd pinter bahasa arab...amiiin...trimakasih mak,,

      Hapus
  7. hai mak irowati,,salam kenal ya,,menurutku,,mnyekolahkan anak di pondok pesantren bukan hal yg aneh,,di kotaku rata2 anak masuk pondok umur 3 tahun,,ato pas masuk SMP lgsg mondok,,hal smacam itu sdh biasa dilakukan orang tua di kotaku,,insyaAllah aku jg ada rncana memasukkan anakku di pondok,,stiap orang tua lbh tau apa yg terbaik untuk anak2nya,,sabar mak,,tetep semangat yaa
    with love,
    bundanya icha bebi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak...salam kenal jg...trimakasih atas supportnya...mgkn krn masyarakat disekitar sni g bgt familiar sm pondok makanya komentnya aneh2...dan anak sy kan cm 1 mgkn dikiranya anak cm 1 kok disekolahin dipondok...tp ya spt kt mak alfin kucing mengeong biarin sj...

      Hapus
  8. Waduh mak makasih sharingnya...asli nggak salah mak..segala keputusan untuk anak anak kita tentunya kita sudah menimbang baik dan buruknya...kelemahan dan kelebihannya dan kita sebagai orang tua yang paling tahu kondisi kita dan anak anak kita...dont worry sama judgement, stigma atau paradigma orang lain tentang pondok pesantren nggak sama dengan pemahaman kita halah bahasanya...
    jalin silaturahmi lewat blog :) mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak jg mak.. dah bkin adem hati ini...insyaallah tetap silahturahmi ya mak...

      Hapus
  9. waaa sama ya mbak... insyaAllah pilihan kita tidak salah, mbak. anak itu titipan Allah. sepantasnya kita arahkan dia berjuang di jalan Allah. kalau kata anak saya : sekolah di pondok itu sama dengan berjihad.
    semangat ya mbaak...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...benar sekali...semangat !!...trimakasih ya...

      Hapus
  10. semangat dan yakin terus aja mak, kalau kita sudah berusaha yang terbaik untuk anak-anak kita. insyaAllah, jalannya ridha dan akan mendapat hasil yang memuaskan. tetap semangat maaak, ucapan yg jelek jelek, masuk kuping kiri, keluar kuping kanan aja.. tetep senyuum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok mak...terimakasih banyak....

      Hapus
  11. justru belajar di pondok pesantren malah bagus. Sayangnya masih banyak orang tua yang enggan menyekolahkan ke pondok pesantren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul...mereka mdptkan 3 pembelajaran sekaligus...bljar mandiri, bljar ilmu diin/agama, dan bljar ilmu umum...trims sdh mampir

      Hapus
  12. gak ada salahnya sih sekolah di pondok pesantren. tapi karena udah kebiasaan sekolah di sekolah umum, ya belum tahu rasanya sekolah di pondok pesantren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...sy jg blm pernah sekolah dipesantren...tp krn ingin membekali anak lbh byak ilmu agamanya makanya disekolahin dipesantren biar pinter ilmu agama, gak spt emaknya minus gni...hihi...makasih ya...

      Hapus
  13. Banyak kok mak, teman2ku yang anaknya mondok. Semoga menjadi anak yg sesuai dengan harapan orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin....trimakasih mak Lusiana..

      Hapus
  14. Assalamualaikum mak, mksh sdh mampir kmrn....
    didesaku rata2 semua pada mondok, pagi sekolah-sore mondok. saya cm klo pas puasa. dan mereka yg mondok itu hebat karena pelajaran umum + agamanya banyak, dan bs dikerjain smua. dl profesor sy anak2-nya smua mondok dr kecil di Gontor pula. pdhl beliau profesor besar, tapi pilihan pendidikan anaknya patut dicontoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mak...Salut ya mak dg Ortu seperti itu...tambah semangat ni...Makasih ya...

      Hapus
  15. semangat mbak, justru sekolah ke pesantren atau pondok saya pikir bermanfaat terutama dalam membimbing ilmu agama si anak, lagipula sekarang sudah banyak pesantren-pesantren modern yang lengkapa ilmu teknologi dan ilmu agamanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okey...Makasih banyak ya mbak...alhamdulillah anak saya skrg sdh banyak hafalan dan sikapnya lebih santun dan lebih sayang kepada kami.....pdhl wkt blm mondok kdg masih suka membantah apabila dinasehati,,,skrg mlh minta dinasehati dan minta didoakan....

      Hapus
  16. Haish...jangan dengar kata orang mak, yang penting adalah yang terbaik untuk kita dan keluarga :*

    BalasHapus
  17. wah, pengalaman kita sama ya mak, banyak yang mempertanyakan keputusan saya memasukkan anak-anak ke pondok pesantren. Tapi seperti yang mak bilang, anak adalah titipan dari Allah untuk orangtua, dan kelak orangtua-lah yang akan mempertanggungjawabkannya ^_^
    tfs ya mak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak...Trimakasih...semoga anak kita bisa menjadi anak2 membanggakan kt di akherat kelak ya mak...

      Hapus
    2. Iya bu...terimakasih pengalamannya...saya pun mengalami hal yang sama...semoga anak2 kita semua menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia...Ya Allah bimbinglah anak kami agar menjadi anak yang bertaqwa...aamiin

      Hapus
    3. Aamiin allahumma aamiin... sama-sama...

      Hapus
  18. Semoga dimudahkan anak saya yg sudah ingin ke ponpes tapi mental sebelah saya belum siap... stigma negatif tidak membuat memandang dg mata sebelah, semoga kami bukanlah orang tua yang gagal dewasa maka pun gagal mendewasakan anak, (Na'udzubillahimindzalik). Ya Allah memudahkan urusan kami.. dalam mencetak generasi Islam yang kuat. Amin ya Robbal'alamiin. No tear. Smile.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin....semangat mbak.....alhamdulillah anak sy sekarang jauh lebih baik dari yg semula kami harapkan...begitu santun, dewasa dan sangat mandiri... hal yang sebelumnya sulit utk dia lakukan...sy sungguh sangat bersyukur...
      Jika kt istiqomah insyaallah dimudahkan....terimakasih...

      Hapus
  19. Assalamualaikum mbak .. , terima kasih tulisannya .. Bagus sekali, Apa yang mbak tulis diatas, sekarang ini sedang kami alami ..

    Pro & Kontra , plus & min , Sedih, Gusar serta godaan, datang silih berganti .

    Doakan kami yaa .. Mbak
    semoga apa yang telah kami 'niat' kan dapat terwujud .. Aamiin .

    InsyaAllah tgl 18 juli 2014 ini
    kami akan hantar anak lelaki kami yang baru lulus SD ke PP di jawa timur , semoga Allah melancarkan niat & urusan kami ..

    Kami sekarang tinggal di Bekasi Jawa Barat , dan hal ini telah kami pikirkan matang jauh2 hari sebelumnya .

    Sebenarnya tidak muluk2 keinginan kami ...

    Langkah Kami disaat ini ...
    hanya ingin anak kami ber sekolah, bergaul & bersosialisi pada lingkungan yang Baik, sehat & Aman .

    Mengenai nanti sang Anak kedepannya mau "jadi apa" , bagi kami mungkin itu terlalu jauh ..

    Dan menurut kami dengan sendirinya lingkungan seperti itu InsyaAllah dapat membimbing moral & Ahlak anak Kami kearah yang lebih baik..

    Aamiin ...

    _________________________________

    Seorang tukang 'Gulali' (pembuat kembang gula) ditanya oleh seorang anak SD :

    "Bang .. Kenapa harus cepat di tarik2 lalu digulung2 ? Kan panas ??? ..

    Sambil tersenyum tukang Gulali menjawab :

    "Memang ,ini panas .. tapi inilah waktu terbaik , karena ketika adonan gula ini kelamaan didiamkan, maka ini akan menjadi kering, keras dan susah untuk dibentuk .. Bisa2 regas/patah .."
    __________________________________

    Anak kita pun mungkin seperti itu ..
    Mumpung masih bisa diberi arahan dan nasihat, Masih bisa dibentuk (selagi masih kecil) .

    Bila sudah besar , sudah remaja, apakah Kita mampu membentuknya ibarat 'Gulali' atau kembang gula ..??

    Salam .. F&Y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumusallam...
      Sama-sama... senang sekali mendengar niatan keluarga anda...
      Semoga niat dari keluarga anda untuk menyekolahkan putranya ke Pondok diberi kemudahan dan di ridhoi oleh Allah Ta'ala.... Aamiin...
      Betul sekali yg anda tulis anak seperti gulali, bila kelamaan dibiarkan agar keras dan sulit diubah lg.... Semoga kedepan anak-anak kita menjadi generasi Rabbani yang sholeh dan sholehah yg membanggakan kedua org tuanya, yg selalu mencintai Allah, agama dan Rosulnya.....Amiiin allahumma amiiin....

      Hapus