Kamis, 29 Mei 2014

Ketika anak membanggakan Orang Tuanya...


Ketika beberapa minggu yang lalu saya mengunjungi anak saya di Pesantren, dia berkata :
" Bu...ada temenku yang pingin banget ketemu Ibu" 
" Lah kenapa..?"
" Ya pokoknya pingin banget ketemu Ibu..."
Semula saya enggan, tapi karena oleh-oleh yang saya bawa banyak, jadi mau tidak mau saya membantu anak saya membawanya masuk ke asramannya.

Sore itu sedang akan diadakan kegiatan semacam PENSI gitu, jadi anak-anak sibuk menyiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan dipakai untuk pentas. 

Ketika memasuki halaman asrama, teman-teman anak saya segera menghambur untuk menjabat tangan saya...
" Kaifa halukii 'amma..? ( Bagaimana kabarmu Tante /Bibi)
" Alhamdulillah bii khoir..." ( Alhamdulillah baik )
Sambil berbisik-bisik, anak saya berkata " Itu bu yang baju biru, pingin sekali ketemu Ibu"...
Kemudian si anak yang dibisikkan anak saya segera menghampiri saya, kemudian dia tertawa senang dan mengacungkan jempol dua kepada anak saya yang dari tadi cengar-cengir...

Sesampai di penginapan, segera anak saya bercerita bla-bla-bla sambil sesekali menyuapi mulutnya dengan makanan yang saya bawa. 
Kemudian saya bertanya " Mengapa temanmu sampai pingin bertemu Ibu...?...hayoooo kamu cerita apa ?"
"Ada deh...pokoknya kalau aku cerita temen-temenku pasti berkata , Subhanallah....Ibu anti hebat banget..." Katanya sambil cengar cengir..
Kamipun tertawa....dan tiba-tiba dia bertanya " Bu...bagaimana caranya supaya bisa menjadi bijak seperti Ibu"...
Uffff.....sesaat aku terkesima....
"Memang Ibu bijak ?"
Dia tersenyum.....
"Lha Ibu setiap menilai masalah dan melihat seseorang, sering benar ..buktinya kan banyak tuh teman-teman Ibu yang selalu curhat sama Ibu, sampai Mbah Uti saja sering tanya-tanya kalau ada masalah..."
"Ya tidak tahu dhuk...Ya mengalir begitu saja, melihat sinar mata mereka...rasanya Ibu sudah tahu apa yang dirasakan.."
"Cieeeee....."
"Lho lha pie....lha memang gitu..."
"Kan teman-teman Ibu dan orang-orang sering curhat ke Ibu, lha terus kalau Ibu galau, Ibu cerita ke siapa...?"
"Ya itu..bingung, ya akhirnya Ibu cerita ke Allah saja sepuasnya..."
"Betul juga ya....kan semua bermula dari sana..."
"Nah itu pinter..."
"He...he...."  
Pertanyaan demi pertanyaan dia tanyakan ke saya sampai berlanjut keesokan harinya....#wawancara Ibu ni ceritanya...hehe..

Saya selalu merasa bahagia, bila anak saya mau mengungkapkan apa yang diinginkannya, apa yang dialaminya, dan dia puas dengan apa yang saya lakukan untuknya. Dan dia menceritakan tentang Ibunya kepada teman-temanya dengan bangga...

Sepertinya dia cerita Ibuku pandai buat craft, dengan baju-bajunya buatan saya, bros, tempat ini itu dan sebagainya. Ketika dia cerita Ibunya masakannnya enak, sering saya bawakan masakan saya dan dibagi dengan temannya. Dan yang tak kalah membuat heran teman-temannya...Ibunya seorang Blogger....hiahahaha....lain dari pada yang lain khannnn....

Walaupun ini bukan kali pertama temannya menyukai saya, tapi tetap saja saya merasa tersanjung, bangga dan bahagia....#kepala rasanya seperti ditumbuhi bunga-bunga#...dasar emak lebay....hahahaha...Dan ini menjadikan saya untuk belajar lebih baik lagi dan tidak mengecewakannya. Karena hal itu adalah bentuk penghargaannya kepada saya.

Jadi menjadi Ibu tidaklah mudah, harus belajar bijak, belajar sabar, belajar menghargai diri sendiri, suaminya, anaknya, orangtuanya dan orang lain, dan banyak belajar tentang kehidupan. Karena akan lebih baik setiap anak membanggakan Orang tuanya tentang hal yang baik dan menginspirasi. Sehingga dia tidak mencari figur lain yang belum tentu baik diluar sana.

Dan saya juga bukan orang tua yang sempurna, karena saya juga masih dan akan terus belajar untuk menjadi orang tua yang benar-benar membanggakan anak saya dan mendapat ridho dari Allah Azza wa Jalla... 

Seperti kata orang bijak, "Setiap anak adalah cerminan diri", jika kita baik maka anakpun insyaallah baik, jika orang tua berkelakuan buruk maka anakpun akan bertindak yang sama...seperti kata-kata bijak berikut ini :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki...
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi..
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah...
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri..
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri...
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah...
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri...
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri...
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai...
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mengasihi...
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi...
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan..
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan..
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan..
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan..
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan kasih dalam kehidupan..
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar damai dengan pikiran..

( Dorothy Law Nolte , seorang Penulis dan Counselor Keluarga )

Dan saya tambahkan...
Jika anak dibesarkkan dengan mencintai Allah, Agama dan Rosulnya, ia belajar menjadikan semua yang terjadi dalam kehidupannya adalah kehendak-NYA dan menjadikan semua itu pondasi hidupnya.


Semoga bermanfaat...

Barrakallahufikum...







12 komentar:

  1. buah jatuh tidak jauh dari pohonnya kalaupun kdang ada yg jauh banget, ...

    Ibu yang baik ..... eh .eh ...eh.. bapak nya kok nggak dicari2 sih ama teman2 anakny mba ,,,? hehehe,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...masih berusaha utk jadi Ibu yang baik mas....pernah sih tanya2 ttg bapaknya...ketika tahu, kata temennya...wah bapakmu keren.....hehe

      Hapus
  2. Cieee cieee... udah punya secret admirer ni Mak Irowati :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...ah mak Wening..membuat diriku malu plus hatiku ditumbuhi bunga-bunga....hehehe....

      Hapus
  3. Wah senengnya menjadi kebanggaan sang buah hati ya Mak...
    Rasanya sulit diungkapkan dengan kata2 ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget makkk...hihi..dlm hati ingin teriak hore hore anakku membanggakanku....hihi...*emak lebay*...

      Hapus
  4. Senang bisa berceloteh dg anak2 ya, Bu. Cerminan Ibu yang inspiratif, nih. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang menyenangkan mbak anak-anak....terimakasih...tapi sy jg masih harus byk belajar mbak....semoga mbak Idah segera menikah dan diberi momongan, agar bs merasakan apa yg sy rasakan ya....hihi

      Hapus
  5. aku juga pengen ketemu dengan ibu,,,terus piye iki????

    BalasHapus
  6. Aku juga lho... pengen banget ketemu sama mak Irowati.... :):):) kapan yaaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa....aku juga sangat kepingin ketemu Mak Tina....semoga Allah bisa mempertemukan kita ya mak...suatu hari nanti...Amiiiin

      Hapus