Jumat, 10 Januari 2014

Ketika Permasalahan datang, biarkan mengalir seperti air...

Pernah mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi ?, mungkin ada yang pernah ada yang belum, aku pernah mengalaminya, fase kehidupan manusia membentuk kedewasaan dan kematangan jiwa. Dari sinilah aku belajar kehidupan yang sebenarnya, kehidupan adalah pembelajaran yang terbaik dalam hidup ini.
Memasuki masa kemasa tiap detik, tiap jam, tiap hari sampai tiap tahun berganti pasti ada saja pembelajaran dalam hidup ini.


Ketika kita lelah dan jenuh dengan apa yang terjadi, hidup serasa membosankan, tapi kita tak boleh membiarkan hal itu terus berlangsung, disaat yang sama aku mencoba mengingat-ingat saat-saat dimana semua menyenangkan dan mengasyikkan untuk dilakukan....

Disaat tak seorangpun menganggap kita dan kita merasa tak berguna, terabaikan dan terhina....disaat itu berusahalah untuk menginggat bahwa Allah selalu bersama kita....


Pun ketika kita merasa sedih akan musibah yang terjadi bertubi-tubi silih berganti ingatlah bahwa kita pernah melewati masa-masa bahagia, dan ini hanya sesaat saja, karena ini adalah bentuk ujian Allah kepada kita karena rasa sayang Allah yang sangat besar ingin mengangkat derajat kita lebih tinggi lagi, ibaratnya jika sekolah jika ingin naik kelas kita harus mengadapi ujian kenaikan, mau naik dari jenjang SMP mau ke SMU pun ada test masuk ada beragam ujian....so let them flo....biarkan masalah itu berlalu bersama waktu dan serahkan kepada yang Maha Menguasai Langit dan Bumi Allah Azza wa Jalla....

Tidak bisa dipungkiri semua itu tidak mudah, bagaimana saya harus bergumul dengan semuanya, tapi waktu demi waktu kedewasaan dan kematangan dalam menghadapi masalah akan membuat kita semakin meningkatkan keimanan, meningkatkan rasa syukur dan menyerahkan semua kepada Sang Pengatur Kehidupan.


Aku pernah hampir saja roboh dan kalah dalam ujian ini, tapi dengan sisa-sisa keimanan aku berusaha tegar, orang tua dan teman yang sangat dengan sabar memberi nasehat yang menguatkan aku, membuat sedikit demi sedikit mendorong semangatku kembali berkobar....

Ketika seseorang memfitnah diriku sehingga setiap orang mencibir dan berbisik-bisik tiap aku lewat, itu sangat menyakitkan, sampai - sampai seandainya bisa aku ingin menghilang dari dunia ini saat itu.
Ketika tiba-tiba saja usaha kami bangkrut dan hutang membelit, saat itu serasa bumi ini runtuh berkeping..
Ketika dengan pelan dan pasti kemiskinan membelenggu, kehilangan mobil,perhiasan dll, dan penagih hutang menagih dengan kasar dan penghinaan itu membuat aku semakin terpuruk...
Ketika dengan bertubi-tubi penyakit menggerogoti diriku hari demi hari, hingga aku harus kehilangan janin dalam rahimku semuanya sungguh sangat memilukanku...

Saat itu aku hanya bisa memohon pertolongan-NYA, memohon belas kasih-NYA, memohon melapangkan dadaku yang berasa sesak dan sempit....


Aku teringat bahwa seorang mukmin tercipta memang untuk dicoba untuk menguji keimanannya...

Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambingkan oleh  angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang….  Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga tumbang, tumbangnya sekaligus”. {Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025,7026, 7027}.
Dan semua yang terjadi kepada seorang hamba adalah kesalahan mereka sendiri...
Dan semua musibah yang menimpamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) ” (QS.Asy-Syuura :30)
Sehingga aku mencoba mengintropeksi diri sendiri, bersujud memohon ampunan atas semua dosa dan kesalahan...Aku yakin disaat seperti apapun Allah bersamaku, melindungi kami,menyayangi kami, pernah ketika kemiskinan membelitku, tak kudapati sesuatupun di dapur kecuali nasi dan dikantong hanya tinggal uang Rp.2.000,- saja....bisa apa aku dengan uang segini....tapi Allah mengirimkan rejeki dengan tak terduga dan memudahkan urusan bagi siapa saja yang memudahkan urusan orang lain. Tiba-tiba saja didepan rumah berdiri seorang ibu tua peminta-minta, dan tak kudapati uang receh sedikitpun hanya uang Rp. 2.000,- tadi,karena iba aku serahkan yang Rp.1.000,- , aku berpikir ah nanti suami pulang kerja insyaallah bawa rejeki, kalau lapar beli indomie saja untuk anakku ( waktu itu harga indomie masih dibawah seribu )......
Subhanallah, ketika si ibu pengemis berlalu datanglah si ibu yg bekerja sbg pembantu tetanggaku, waktu itu aku berdagang kredit sprei kecil-kecilan, dia mengatakan butuh sekali sprei untuk anaknya yang baru pindah, kebetulan masih ada stock sprei satu yang ukurannya sesuai dengan kebutuhan pembantu tetanggaku tsb....dia langsung membelinya dengan kontan dan melunasi hutang spreinya bulan lalu ... aku masih ingat betul waktu itu harga sprei 50rb dan hutang 25rb jadi dia total membayarku 75rb
Masyaallah.... saat itu aku merasa bagai seorang yang terkaya didunia.....segera saja aku sujud dan menangis tersedu karena bahagia haru dan bersyukur yang tiada terkira....sungguh janji Allah itu nyata...
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
 Kejadian-kejadian seperti itu berulang kali aku alami, ketika suami berhenti kerja dan memulai usaha baru,saat itu dirumah tak ada seliterpun beras ataupun sepeserpun uang, saat itu kami hanya duduk-duduk diruang tamu rumah kontrakan kami,tanpa tahu harus bagaimana, sambil menahan lapar kami terdiam, kemudian dengan tiba-tiba kami tertawa karena peristiwa ini, kami tak mau menganggap ini menyedihkan, ya sudahlah gak makan sehari juga gak apa-apa toh besok ada costomer yang mau membayar tagihan.....tiba-tiba hp jadul suamiku berbunyi, dari ujung telepon si customer meminta suami ke kantornya segera karena butuh bantuannya sekarang juga untuk mengistall ulang alat absensinya yg rusak karena hari juga kantornya harus mengaji karyawannya...tanpa pikir panjang suami berangkat bersama anak buahnya, sampai disana dan pekerjaan selesai suami dibayar cash oleh costumernya....saat itu hujan sangat lebat, dengan hati yang meluap gembira suamiku menerjang hujan untuk segera pulang dan makan bersama hasil jerih payah hari itu....padahal jarak dari rumah ke tempat itu sangat jauh....Allah akan memberi hambanya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka....
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya...” (At Thalaq 2-3)


Setiap detik aku belajar untuk iklas dan mensyukuri sebesar dan sekecil nikmat apapun dari Allah, Alhamdulillah satu-persatu masalah kami terurai dengan sendirinya, kami lewati dengan mengambil hikmah setiap harinya.....kini penghidupan kami jauh lebih baik, usaha suami juga mulai mengalami kemajuan demi kemajuan, yang dulu kami hanya mempunyai satu atau dua alat kerja kini alat-alat itu hampir lengkap, dulu kami masih memakai komputer yang jadul dan sering error, kini ada laptop, dulu selalu ngeprint di warnet kini sudah ada......

Tidak selamannya mendung itu kelam, tidak selamanya langit itu hujan, hidup silih berganti, kadang susah kadang senang jika kita mensyukurinya, Allah akan memberi kecukupan dalam hati ini.....Nilai cukup dalam hal dunia berbeda dengan rasa cukup dari Allah, Jika kita mencukupi hati kita dengan rasa syukur kita tidak akan merasa sedikitpun kekurangan karena kita yakin Allah bersama kita dan menolong kita......Bukankah Allah sebaik-baik penolong dan tempat bergantung ?

"Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allah adalah sebaik-baik pelindung" ( Qs. Ali Imron :173 )

"Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, nicaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya." (QS. 65 :2-3)

So reader biarkan semua berlalu bagai mengalirnya air disungai, jangan mencoba melawan arusnya karena hanya akan mendapati tubuh  dan jiwa ini terenggah dan hancur.....biarkan semua berlalu sebagai mana rencana Allah, cukup kita memohon, bersandar dan berlindung kepadanya....maka semua akan tampak indah....jangan mengeluh kesana kemari tanpa henti, menangislah dan adukanlah semua masalahmu kepada Rabb Pemilik Hidup ini, dan juga katakan kepada "masalah"....yang engkau anggap tak sanggup engkau pikul itu.... 

WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”...
BAGI RABB KU TIADA YANG BESAR...
DIA DAPAT MENGHIDUPKAN YANG MATI
MEMATIKAN YANG HIDUP...
DIA DAPAT MEMBUAT WANITA YANG MANDUL BERANAK
MEMBUAT YANG BUTA MELIHAT...


Seperti ketika Nabi Zakaria yang sudah tua renta dengan istri yang mandul diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak, beliau takjub, merasa hal itu adalah sesuatu yang sulit dicerna, maka Allah berkata kepadanya



Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.(Maryam 8-9).

Begitu pula Maryam tatkala diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak tanpa bapak, maka Jibril menjawab keterkejutannya..."Demikianlah. Rabb-mu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku;

Maka saatnya, menatap semuanya dengan optimis dan berkata;



WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”...


Ini akan menjadikan diri kita selalu tersenyum dan bahagia penuh kecukupan dari Allah apapun itu bentuknya...
So reader yakinkan dirimu untuk selalu bersabar, iklas dan bersyukur dalam menyingkapi semua permasalahan, baik itu besar atau kecil.....Semangat !!!!!...

Semoga Bermanfaat...

Barrakallahufikum....

22 komentar:

  1. aminn...semoga mbk,snagat bermanfaat....^^
    semangatttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...semangattt jg mak Hana....

      Hapus
  2. iya mba,,betul,,posting yg bermanfaat bwt ku,,reminder bwtku,,untuk trs bisa mengalir saja seperti air,,makasih mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama...trimakasih jg sdh berkunjung...

      Hapus
  3. Terharu mak. Islam memang indah, semua solusi masalah kehidupan ada di dalamnya. Berkah benar kita berada dalam Islam ya mak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mak betul sekali...nikmat terbesar dalam hidup ini adalah nikmat islam mak....setiap kali aku menulis/atau berkata nikmat islam, hati ini selalu bergetar krn bahagia mak...

      Hapus
  4. Terharu mak.... Sabar dan Ikhlas ya mak. sabar dan ikhlas... pelajaran penting untuk saya terkadang atau bahkan sering saya merasa kurang bersabar dan ikhlas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak...memang harus terus belajar sabar dan iklas dlm segala hal...sy jg masih harus trus belajar sabar dan iklas kok mak....

      Hapus
  5. Uye Mak. Aku juga lagi belajar woles sama semua masalah yang datang. Semakin dilawan semakin capek :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mak melodia....klo dilawan tambah capek, jd uring2an g jlas,stres, ujungnya ntar jd pertengkaran ma suami...

      Hapus
  6. Seperti itulah kehidupan, jeng. banyak yang naik turun seperti roda yang terus berputar. dan aku juga pernah mengalami kejadian serupa di toko (masih baru buka). Ketika di saku hanya ada uang 1000. anak minta jajan dan pengemis datang. kubagi 2, alhamdulillah hari itu ada pembeli yang hasilnya pas untuk kebutuhan sehari. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mba...makanya kita memang harus byk bersyukur atas semua karunianya...trimakasih dah mampir..

      Hapus
  7. Membaca tulisan yang penuh dengan hikmah dan kebaikan selalu memberi kesan terbaik. trims udah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama...Semoga Allah selalu membimbing kita dalam kebaikan...trimakasih

      Hapus
  8. Subhanallah Mak Irowati, aku sangat trenyun membacanya..Allah memang tidak salah memberikan ujian kepada umat-Nya, karena Dia tahu kita kuat, dan ingin mengangkat lebih tinggi lagi derajat kita..Mak, sebagai selalu dimudahkan dan senantiasa makin disayang Allah ya..Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin Allahumma Amiin...trimakasih atas doanya...

      Hapus
  9. subhanallah mak, tulisannya membuatku terharu. Sungguh tulisan emak ini mengingatkan kita untuk selalu dekat denganNya dan bersyukur atas apa yang Allah berikan serta ikhlas dalam menerima ujian dari Allah

    BalasHapus
  10. semoga bermanfaat mak, aku share cerita ini awalnya ragu,takutnya aku terkesan mengadu kpd manusia, tp aku berpikir lagi ini bs untuk mengingatkan pembaca, tanpa ingin menggurui atau riya'.....tp hanya sekedar memetik hikmahnya sj mak...trimakasih

    BalasHapus
  11. Haloo mak Irowati ^^ baca tulisan mak seperti baca buku, lengkap mak..bagus. iya mak, permasalahan hidup harus dihadapi..kita ikuti aja alurnya, sabar n doa, insya Allah semua terlewati juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga mak...betul mak..kuncinya sabar & iklas...walaupun sulit harus berusaha sekuatnya....trimakasih sdh berkunjung...

      Hapus
  12. subhanallaah... mak Irowati, semua ini membuat kita bersyukur, bersyukur dan bersyukur....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak... betul sekali..bersyukur tiada habisnya..

      Hapus