Minggu, 22 September 2013

Jangan jadikan kita monster untuk anak kita sendiri

Bunda...Sering kita melihat disekitar kita, dimall, dipasar, disekolah, atau bahkan dilingkungan sekitar rumah kita…Ibu – ibu yang mengardik anaknya atau bahkan memukulnya…
MasyaAllah bunda…ngilu melihatnya, pernah aku mencoba bicara dengan seorang ibu yang mencubiti anaknya hanya gara – gara menumpahkan minumannya…dia malah pergi sambil menarik anaknya berlalu.

Pernah juga seorang temanku yang selalu memukul anaknya bila berbuat salah, sudah berkali-kali aku mencoba menasehatinya, tapi tetap saja begitu dan begitu, sampai – sampai anaknya tak lagi betah dirumah dan ingin pergi dari rumah , nah lo kalau sudah begitu orang tua baru kelabakan membujuk dstnya..

Bunda...Anak adalah titipan Allah, seharusnya kita melindunginya…mendidiknya dengan penuh kasih sayang..bukan malah kita sendiri yang berbuat kriminal terhadap mereka..

Kalau anak bertengkar dengan teman itu wajar, terkadang orang tua juga malah ikut – ikutan bertengkar dengan sesama orang tua…anak sudah akur orang tua masih saja bermusuhan…sampai sampai anakpun diancam kalau berani main lagi dengan anak si itu akan dipukul…

Sering sekali aku liat kejadian seperti itu tidak dimasyarakat dikalangan bawah atau kalangan atas…lagi-lagi anak menjadi korban EGO orang tua…

Ada lagi anak diikutkan lomba ini, lomba itu dengan keterpaksaan, ketika lomba anak tidak bisa memberikan yang maksimal, anak dimarahi…bahkan dicubit atau dipukul.. aduh sakit pastinya bunda....

Pernah suatu ketika temanku bercerita bahwa anak temannya selalu juara kelas, temanku berkata ke si anak, seneng ya mas juara terus, jawabannya diluar dugaan “ yang senang kan mama bukan aku, kan aku disuruh juara terus kalau gak ya dimarahi”….

Coba bayangkan  bunda...dia setiap hari dia harus belajar hanya agar tidak dimarahi ibunya…alangkah tertekannya dia…bahkan akhirnya si anak ini pun berani menyontek agar nilainya selalu bagus agar tidak dimarahi orang tuanya...

Bunda – bunda mulai dari sekarang jangan jadikan anak – anak kita penyalur keinginan kita, yang mungkin dulunya jadi obsesi kita yang tidak kesampaian....

Bunda jangan pukul atau marah karena sesuatu yang kecil yang kadang kita sendiri menganggapnya besar, jangan pernah malu dengan apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan…


Bunda biarkan mereka berkembang dengan apa adanya, kita orang tua hanya boleh mengarahkan ke arah yang benar tanpa harus dengan kekerasan…karena anak adalah sesuatu yang indah dan lembut…berilah mereka pengertian dengan kata- kata yang lembut juga…


Bolehlah kita marah sesekali tapi masih dalam koridor yang benar....yang membuat anak mengganggap kita adalah MONSTER dirumahnya sendiri...

Suatu hari pada saat anakku masih kecil pernah aku memarahinya,  karena tidak mau mandi sore, padahal bau badannya dah ampun ampunan,  anakku sudah hendak menangis saat itu, di saat yang sama ada anak tetanggaku sedang main dirumah, seketika itu anak itu bicara kepada anakku, "mbak ( karena dia lbh kecil dari anakku) ini lo masih enak cuma dimarahi gitu saja, klo aku lo salah sedikit saja, sudah dipukul ayahku  pakai sapu, pok pok gitu, sakit banget mbak..."

Seketika itu juga anakku tidak jadi menangis, dia merasa iba dengan temannya dan segera mematuhi apa yang aku suruh...

Aku tanya kepadanya memang kamu sering dipukul nak?..." ya te...kadang ya dikurung dikamar mandi lampunya dimatiin, ya takut aku gelap"..., la memang kamu berbuat salah apa? " ya kadang cuma gak mau belajar, gak mau makan atau kadang bertengkar sama adek2...."

Dulu tetangga depan rumahku juga sering memukul anaknya...akibatnya anaknya menjadi anak yang suka memukul temannya juga...Nah gimana tu kalau sudah begitu bunda?? 

Bunda memang terkadang emosi manusia tidak bisa dikontrol dengan mudah, tapi dengan mencoba dan mencoba semua pasti bisa…sesekali kita marah juga tidak mengapa  tapi jangan berlebihan…

Saat ini pun aku juga masih belajar untuk menjadi ibu yang sabar...sulit memang tapi yuks kita coba...

Jangan sampai anak - anak kita lari dari kita dan mencari perlindungan ke tempat lain....ya kalo tempatnya benar kalau enggak benar...kita juga yang repot dan susah kan...
Yuks kita belajar memahami mereka seperti orang tua kita dulu memahami kita, Yuks kita membiarkan mereka berkembang seperti sewajarnya, Jangan jadikan mereka moster untuk teman2nya dan anak2 mereka kelak...dan sekali lagi jangan jadikan diri kita sendiri Monster bagi mereka.....

Okey Bunda - bunda mungkin ini hanya sekelumit cerita dari aku yang masih juga belajar menjadi ibu yang terbaik untuk anakku...

Semoga bermanfaat...

Barrakallahufikum...            

6 komentar:

  1. Daku bisa dibilang emak paling cerewet mak, apa saja aku tegur, dan nadaku tinggi walau tidak memukul. Misalnya aja tadi pagi, aku marah2 karena anakku yg usia 11tahun ketahuan naruh celana yg penuh cat ke keranjang cucian, mana pula itu cela jins baru... Jadilah omelan pagi "Celana baru, penuh cat, cuci sendiri, mama ga mau nyucin, lagian knp ga ganti baju kalo mau ngecat... Awas kalo ngga bersih nyucinya, mama periksa dulu sebelum ditaruh belakang" jelasss dg nada tinggi nunjukin supaya dia tahu kalo aku marah. Salah ga mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang saat pertama kali liat hati langsung panas2 gmn ya mak...dulunya sih aku gt, tapi aku sadar smua itu sudah kehendak Allah, ibaratnya klo gelas jatuh ya klo Qodarnya Allah gelas itu jatuh ya pasti jatuh (krn anakku sering sekali jatuhi gelas/piring sp hampir habis dirumah hehe)...sekarang akhirnya aku diam sambil liat ke dia agak lama...akhirnya dia sadar sendiri dan minta maaf kr selalu ceroboh...tapi klo dimarahi, nambah2 deh alasannya...jd pola pikir kita ja yg berubah dikit, segala sesuatu yg terjadi sdh kehendakNYA,jd ya sudah waktunya bajunya kena cat ya kena cat ja, jd plong di dada...paling2 da nyesel dkit, xixixi... tanya ja anaknya kok bs gitu sih nak, lain kali harus hati2 lagi...diberi pengertian ja mak...insyaallah spt itu mak...maaf klo tidak berkenan...

      Hapus
  2. Naudzubillah. Semoga kita tidak termasuk orangtua yang seperti itu. Kalau terlalu emosi, malah aku peluk anak-anakku, Mak. Biasanya ampuh meredakan emosiku sendiri. Btw, salam kenal, Mak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak betul itu...pelukan ibu memang ampuh...waktu kecil anakku klo minta apa2 g diturutin histeris nangisnya...tp begitu dipeluk..diem dech..salam kenal juga Mak..

      Hapus
  3. Setuju banget dengan artikelnya mak. Selalu sebal melihat ibu2 yg menghardik atau mencubit anaknya. Kalau anaknya sampai gak bisa diatur, mestinya ortu instropeksi apakah cara didik yg salah atau mungkin si anak punya keinginan yg tidak dipahami jadinya ngamuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih atas persetujuannya mak....

      Hapus