Minggu, 20 April 2014

Sang Patriot, Karya Irma Devita



Judul : Sang Patriot
Penulis : Irma Devita
Penyuting : Agus Hadiyono
Penerbit : Inti Dinamika Publishers
280 h, 20,5 cm
ISBN 978-602-14969-0-9





Hadiah manis dari Syukuran bulan Maret para shobat-shobat blogger dari Jember, sebuah Novel Perjuangan yang berbasic True Story ini kisahnya penuh Kepahlawan, penuh air mata, penderitaan, semangat, cinta dan kebersamaan dalam kehidupan keluarga dan Negara. 

Dalam novel ini menceritakan perjuangan dan perjalanan hidup Mayor Muchammad Sroedji dan istrinya Rukmini, dilatarbelakangi kisah perjuangan dalam masa penjajahan Belanda, Jepang sampai mencapai Kemerdekaan dan masa agresi Belanda I dan II, hingga wafatnya beliau ditangan Belanda dengan sadisnya. ( air mata sayapun ikut meleleh).

Kisahnya ditata dengan apik oleh penulis yang merupakan cucu Sang Patriot, mbak Irma Devita. Penulis begitu teliti menuliskan setiap detil sejarah, baik tempat hingga waktu-waktunya dan juga istilah-istilah dalam bahasa Jepang dan Belanda. Tentu bukanlah sesuatu hal mudah. Tetapi penulis bisa menumpahkan semua dalam tulisan dengan baik dan cerdas sehingga menambah keakuratan sebuah cerita. 

Sangat bagus untuk dibaca para generasi muda agar mereka memahami dan mengerti arti sebuah perjuangan, meraihnya dan memperjuangkannya. Tidak hanya dengan harta, bahkan dengan nyawa sekalipun. 

Dikisahkan Keluarga Hasan dan istrinya Amni yang keduanya berasal dari Madura, yang memiliki putra bernama Muchammad Sroedji yang merupakan putra kedua dari mereka. Sang putra memiliki kemampuan lebih dibanding saudara dan teman-temannya dan mempunyai keinginan kuat untuk bersekolah di jaman Kolonial Belanda, dimana untuk bisa sekolah dimasa itu sangatlah sulit. Berbekal kegigihan Sroedji akhirnya dia bisa merasakan pendidikan walaupun harus merelakan untuk tidak berangkat Haji bersama keluarganya.

Hingga dia menjadi seorang Mantri Malaria dan dijodohkan dengan Rukmini, seorang gadis yang bercita-cita ingin bersekolah tinggi dan menjadi seorang Meester in de Rechten / seorang ahli hukum. Cerita berlanjut hingga keduanya menikah dan menetap di Jember. Hingga pasukan Jepang menduduki Indonesia. Sroedji bergabung dengan Pasukan PETA dan mewujudkan cita-citanya untuk menjadi Perwira. Dari sini perjuangannya dimulai dari menjadi kadet hingga berpangkat Chuudanchoo/ Perwira Menengah PETA. Dan diberi tugas membentuk Daidan dan merekrut rakyat Jember menjadi tentara PETA. Hingga akhirnya Jepang menyerah setelah Nagasaki dan Hiroshimo diluluh lantakkan oleh sekutu. Dan kemerdekaan diraih oleh bangsa Indonesia

Ternyata perjuangan belum berakhir, banyak pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan PKI dan ketika Belanda dan Inggris silih berganti hendak menduduki lagi Indonesia. Mayor Sroedji berjuang tanpa lelah dan tanpa henti bau membau dengan para pejuang lainya. Perjuangan Sroedji sepenuhnya didukung oleh istri tercinta Rukmini yang rela menderita bersama anak-anak mereka. 

Ketika mereka harus meninggalkan Jember untuk mengungsi ke Kediri, Rukmini membuktikan ketegarannya, walaupun dalam keadaan hamil tua dan membawa anak-anaknya dan menempuh perjalanan dengan jalan kaki melewati jalan yang sulit, hutan diterpa angin, hujan dan dinginnya malam dengan bekal yang sangat minim, hingga akhirnya dia sampai juga ditujuan. Disaat melahirkanpun dia harus rela sang suami tidak menemaninya. 

Hidup berpindah-pindah untuk menyelamatkan diri dari kejaran penjajah ( karena sebagai keluarga seorang Pimpinan pejuang, mereka menjadi target untuk ditangkap, agar Sang Pimpinan pejuang segera menyerah ), hingga terdengar kabar suaminya sudah gugur.

Perlakuan yang diluar batas perikemanusiaan dilakukan oleh tentara Belanda terhadap Sroedji. Belanda semula berniat dengan berbuat begitu maka rakyat menjadi menciut nyalinya, tapi ternyata meleset, rakyat dan pasukan tentara seperjuangan Sroedji meradang dan marah, mereka bersatu dan bertekad meneruskan cita-cita luhur Komandan Sroedji mengusir Belanda dari Bumi Pertiwi.

Nyaris tidak ada kesalahan dalam penulisan, tetapi dalam halaman 122, diceritakan bahwa Rukmini dan rombongan bergerak dari Jember ke Kediri dengan berjalan kaki. tetapi karena medan yang berat sehingga anak-anak dan Ibu mertuanya hanya mengungsi sampai MADIUN, sedangkan Rukmini dan adik iparnya melanjutkan ke Kediri. Mungkin bisa menjadi koreksi, apakah yang dimaksud MADIUN ini adalah MALANG ?, karena jika perjalanan dari Jember ke Kediri tidaklah mungkin melewati Madiun, karena Madiun letaknya hampir mencapai Jawa Tengah.

Semoga Novel perjuangan ini bisa menjadi sumber bacaan yang menarik untuk seluruh Bangsa dari yang muda dan tua , karena sangat menyulut semangat kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi. Dan agar selalu mengingatkan bahwa harga sebuah Kemerdekaan itu sangatlah mahal, tidak hanya air mata, tapi harta, jiwa dan raga yang harus dikorbankan. Jadi Kemerdekaan yang diraih dengan susah payah ini hendaknya diisi dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk kejayaan Indonesia. 




18 komentar:

  1. Buku yang indah ya Mak. Sy belum membaca, baru kata pengantar tapi sudah mewek. Btw memangnya sudah ada lomba resensimya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Niar...baca sp terakhir dibuat termehek2...terharu plus bangga...sy gak begitu ngerti lomba resensinya mbak...ya spontan sj td bkin resensi, hbs bukunnya bagus plus Ibu Mertua orang Jember jd teringat Ibu Mertua...jd sy share sj...ee td di inbox sm mbak Zuhanna Pritt klo bsk Launching lomba resensinya...ya sdh gpp tgl nambahi yg krg2....terimakasih mak Niar

      Hapus
  2. Saya baru membaca beberapa halaman, membaca novel ini harus dihayati betul, karena didalamnya banyak kisah perjuangan yang dibalut dengan percintaan dan pergolakan batin. Bahasanya bagus, mengalir, gaya bahasa novel yang saya cari-cari selama ini, karena membuat saya tidak sadar sudah membaca setengah bukunya. Walaupun bukunya kelihatan tipis, tapi isinya penuh, penuh makna tentang perjuangan ya Mak.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mak...sy membaca klo bener2 lg gak ngapain2 krn ceritanya jg sambung menyambung, berhubungan satu dg yg lain....Semoga lekas selesai ya mak dan ikut lomba review bukunya...Terimakasih

      Hapus
  3. saya belum tuntas membaca novel ini....review yang sangat bagus....
    keep happy blogging always...salam dari makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Om...Insyaallah...salam hangat jg dr Sidoarjo...

      Hapus
  4. Aku belum pernah membaca novel perjuangan (perang) sebelumnya Mak.
    Eh, emang harus langsung buat reviewnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak sih mak...sy pingin sj bkin reviewnya...hbs novelnya bagusss...pdhl sumpah sy gak pernah bkin review buku....ni nekad lho mak Reni...

      Hapus
  5. awesome review
    jadi penasaran pengen baca :D

    Goodluck!
    Semoga menang kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thankyu...hayuk baca novelnya dan ikut lombanya....Aamiiin

      Hapus
  6. Terima kasih atas partisipasinya ya Mbak. Ulasan yang cermat. Oh ya, untuk ketentuannya bannernya di link ke : http://letkolmochsroedji.org/

    Url didaftarkan di sini Mbak : http://www.acacicu.com/p/blog-page.html

    Share url tulisan di twitter dengan mention akun @irmadevita dan @apikecil dengan Hastag #SangPatriot

    Mohon dipenuhi persyaratannya ya Mbak. Maaf kalau merepotkan. Bila masih kurang jelas bisa langsung inbok saya ya Mbak. Kami tunggu revisinya.

    Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok mbak...terimakasih banyak....

      Hapus
  7. wah rinci bangeeet resensi-nya mak.. Saya malah belum pernah baca novel perjuangan >.<
    *mungkin harus dicoba*

    Goodluck yahh mak untuk GA-nya, semoga gadgetnya nyangkut 1 disini :D

    BalasHapus
  8. Amiinnnn....saya br ini bkin resensi buku mbak Rani...yah g tau hrs bgm...dibuat sj sesuai hati..btw terimakasih ya berkat postingan psng banner yg bs dilink di blog mbak Rani...sukses berat deh aku pasang banner diatas itu...sblmya bingung alang kepalang, sdh dikasih tips sm mbak Prit tp msh bingung *maklum emak gaptek pwoll*....hihihi

    BalasHapus
  9. Kunjungan dinas, hehe...

    Mbak Irowati, terima kasih atas review dan masukannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ada kunjungan mas Juri....sama-sama mas...

      Hapus
  10. Resensine komplit. jan Josh Gandhos. Top buwanget. mugo2 menang njeh Mak Ir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mak....tapi msh banyak yg lbh baik....dan yg menang Mak Wenny....hihi...tp sy tdk kecewa kok....hihi

      Hapus